Renyah
sayang...
Ku kira ini takkan
terjadi
Aku yang masih terbalut
luka
Kau hadir membawa warna
Lalu apakah ini
salahku?
Lambat laun yang luluh
padamu
Berawal dari patahnya
hatiku
Kau hibur seolah
membahagiakanku
Dari café ke taman kota
saat itu
Dari Sikap manis dan
senyumanmu
Dari Perhatian dan
waktu luangmu
Ketika ku bertanya
untuk apa itu?
Santaimu entah
terserahku
Ketika ku beri tanda
agar dipastikan
Kau menoleh tak
mendengar
Katanya jangan ada yang
disembunyikan
Nyatanya memang
perasaanku berlebihan
Kau sanggup membuatku terbebas
masa lalu
Namun kau Takut
terulang kan mantanmu
Aku bukan dia Ini
cerita kita
Memang semua kan
berbeda
Jika tidak kita maka
jangan buatku istimewa
Dengan semua chat dan
panggilan
Yang kurasa dengan yang
lain tak sama
Ah, aku terbawa perasaan
Selama ini sudah
baperan
Salahku mengapa
mempersilahkan
Membuka hati tuk
seorang pecundang
moment:
Aku yang sedang patah
dan terluka. Lalu datang kamu yang
perlahan membuatku bahagia. Kamu pun menarikku masuk dunia mu, perlahan ku mulai melibatkan perasaan diatas keistimewaan yang kau bangun. aku hanyalah taman di kerajaanmu yang kau rawat namun bukan bunga yang bermekaran tuk dipersilahkan menghiasi kosongnya pemandangan.
Jombang, 12 Februari 2020.