Sabtu, 22 Februari 2020

Renyah sayang


Renyah sayang...

Ku kira ini takkan terjadi
Aku yang masih terbalut luka
Kau hadir membawa warna
Lalu apakah ini salahku?
Lambat laun yang luluh padamu
Berawal dari patahnya hatiku
Kau hibur seolah membahagiakanku
Dari café ke taman kota saat itu
Dari Sikap manis dan senyumanmu
Dari Perhatian dan waktu luangmu
Ketika ku bertanya untuk apa itu?
Santaimu entah terserahku
Ketika ku beri tanda agar dipastikan
Kau menoleh tak mendengar
Katanya jangan ada yang disembunyikan
Nyatanya memang perasaanku berlebihan
Kau sanggup membuatku terbebas masa lalu
Namun kau Takut terulang kan mantanmu
Aku bukan dia Ini cerita kita
Memang semua kan berbeda
Jika tidak kita maka jangan buatku istimewa
Dengan semua chat dan panggilan
Yang kurasa dengan yang lain tak sama
Ah,  aku terbawa perasaan
Selama ini sudah baperan
Salahku mengapa mempersilahkan
Membuka hati tuk seorang pecundang




moment:
Aku yang sedang patah dan terluka.  Lalu datang kamu yang perlahan membuatku bahagia. Kamu pun menarikku masuk dunia mu, perlahan ku mulai melibatkan perasaan diatas keistimewaan yang kau bangun. aku hanyalah taman di kerajaanmu yang kau rawat namun bukan bunga yang bermekaran tuk dipersilahkan menghiasi kosongnya pemandangan.
Jombang, 12 Februari 2020. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar