Kamis, 30 April 2020

Penutup Kehadiran

“Penutup kehadiran”

Di seperempat jalanku..
aku ingin berhenti namun trus melangkah kaki ini.
aku ingin berlari namun lelah hati ini.
aku tak tau entah apa arti hidup ini.
tujuanku pun tak tau apakah berarti?
dipertengahan jalan ku halusinasi.
eh,  kok bisa ada diposisi ini?
posisi dimana hatiku berkata iya.
namun resah hampa dan sunyi terasa.
sebenarnya apa yang ku tunggu?
kesiapanku kah menuju garis akhir?
bagaimana ekspresiku nanti?
apakah ku tersenyum atau meringis.
ah,  ku harap kemarin bukanlah mimpi.
aku sudah terbangun dari ketidak sadaran diri.
siapa sangka goresan berubah jadi luka?
ku hentikan sakit ku pupuk pulih dengan melepas.
oh ternyata bukan dari luar tergaris luka.
hanya saja diriku penuh harap tanpa dimbangi percaya.
haha percayaku seenaknya di tabur dijalan.
alhasil banyak yang pungut namun tak ku abaikan.
selamat yah,  kisah seperempat jalan sudah usai.
kini jalani saja sampai ujung dunia mana pun kau tempuh.
akan ku jalani pula dunia lain paralel itu.
aku baik-baik saja kok.
tak usah merepotkan diri sendiri.
mengkhawatirkan yang sudah pergi.
aku pamit, serius aku pamit.
jika yang serius kan terkalahkan oleh yang berjuang.
lantas yang berjuang kan kalah oleh yang beri kepastian.
dan pasti menang oleh yang sudah ditakdirkan.
sekian, terima kasih hari usang.

Moment:
Ketika kamu terus merasa harus serius tuk berjuang maka berilah kepastian namun jangan lupa berharaplah padaNya semoga menjadi ketetapanNya kau disandingkan.  Kenapa harus padaNya,  simple aja.  Kamu mau ambyar?  Setelah kesekian kali luluh oleh samar terka pekaan.
Bekasi,  30 April 2020.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar