Senin, 29 Juni 2020

Rangkul aku

"Rangkul aku"

perlahan aku mulai menemui kebahagiaanku setelah sekian lama larut dalam emosi hati. aku ingin lepas dan pergi.  jauh dari keramaian. aku ingin sendiri.
aku ingin tak ada yang mengusik.
aku ingin menjauhkan diri.
aku ingin terus begini.
aku ingin belajar lagi.
aku ingin arghhhhhh
aku terlalu banyak ingin.
sampai lupa.
mana keinginan yang benar kubutuhkan.
tak ada yang ku prioritaskan selain ingin ini itu.
tanpa seban dan alasan kuat.
aku lemah.
aku takut.
aku tak percaya diri.
aku terpojokkan oleh pikiranku sendiri.
aku tak bersyukur atas hidup ini.
lagi dan lagi.
aku seperti terjerumus dalam mimpi.
ya,  mimpi buruk yang membuat ku terus berhalusinasi.
aku akan bahagia pada akhirnya.
dengan mimpi buruk itu.
dengan keinginan yang baik itu.
ya,  itu ujarku dalam mimpi.
ya,  itu tanggapku dalam hati.
ya,  itu hanya sebuah khayalanku sendiri.
mana ada bahagia tanpa menderita?
mana ada bisa tanpa berusaha?
siapa aku?
tak bisa seperti ini terus!
aku cukup bersabar akan diri ini.
cukup.
aku menyerah.
bawa aku ke arah jalanmu.
aku akan turuti mau mu.
namun setelah itu.
tuntun aku kembali ke jalanku.
aku butuh pulang.
aku tersesat.
hai..  yang disana?
bisakah kau seperti itu?
aku rapuh dan tak berdaya.
ku mohon jangan abaikan aku.
ku mohon jangan tinggalkan aku.
kemarilah.
sahut tanganku.
aku membutuhkanmu.


moment:
ketika raga ingin bersatu denga jiwa. disitu ada celah yang merusaknya. sebut saja keinginan tanpa ujungnya.  tak ada batas sampai pada akhirnya menyerah dan pergi meninggalkan diri sendiri.  omong kosong yang terus menyakiti kini seperti tak ada habisnya menyinari.

Bekasi,  29 Juni 2020.

Jumat, 05 Juni 2020

Hujan bersamamu

"Hujan bersamamu"

Aku tak tau bicara apa.
Aku tak tau bersikap apa.
Aku tak tau rasanya apa.
Kala ku bersama rintiknya.
Disetiap tetes ada yang kurindu.
Disetiap angin meniup ku teringat.
Dahulu ada kenangan indah.
Kini usai bersama jatuhnya air.
Memang begitu banyak yang jatuh.
Sampai aku tak sanggup melupa.
Karna begitu sulit ku usaha.
Setiap tetes air yang jatuh ke bumi.
Sebanyak itu pula percayaku jatuh
Ku selalu terbayang akan pelangi seusai hujan.
Nampaknya kini ada gelap dan angin. Gemuruh yang ku rasa.
Namun masih saja aku berharap ada pelangi.
Karna rasa ini masih ada.
Namun percaya akan setia telah terganti kecewa.
Ingin ku berbisik pada hujan.
Tolong sampaikan rinduku.
Sampaikan kecewaku.
Sampaikan aku masih tetap ada.
Meski kecewa telah ku lupa.
Aku masih bersama hujan.
Masih dengan semua kenangan.
Dan kau sudah senang dengan tenang.
Maaf karna kemarin ku kecewa.
Kini ku sadar akan satu alasan.
Kau pergi dan ku disini.
Karna cinta masih merajai.
Dan saat hujan usai.
Disitulah cinta ku sepenggal cerita.
Pergilah jangan menetap.
ataupun menyesal.
Karna ku tahu siapa yang layak ku pertahankan.
Dan ku paham ini memang takdir Tuhan.

Moment:
Teruntuk kamu yang sedang berada di fase merindu namun menyakitkan.  melepas adalah cara terbaik sebelum saling mengacuhkan.

Bekasi,  29 Januari 2019

 
 
 

Kamis, 04 Juni 2020

Maaf kamu terusir

"maaf kamu terusir.."

melebur egomu dan egoku.
sempat tegang karna permasalahan.
apa kita masih bertahan?
jikalau aku terus digaris terdepan.
sedangkan kamu berleha dibelakang.
bukankan pondasi kita percaya?
atap kita saling melindungi.
lantai kita saling menerima.
dan bangunan kita yang seharusnya diperbaiki.
mudah rapuh dan kosong tak berpenghuni.
kamu maunya apa?
mengapa kau bangun dusta diantara   eloknya percaya?
lalu untuk apa ku berdiri kokoh ditepi kehancuran?
ah. sudah berulang  kali ternyata.
aku sering pula memupuk agar selalu ku panen bunga.
namun kau merusak sampai rumput yang kau juput.
lusa kau menunduk berkasih manis didepanku.
esok kau patahkan sampai duri pun tumbuh dipekarangan.
aku tak ingin menyiakan bangunan yang dikokohkan.
akan ada penghuni lain yang akan merawat.
maaf,  kamu terusir dari sini.
bangunan ini tak sekokoh yang kau kira.
sebelum ambruk kan kupastikan ada yang menjaga.
jelas itu bukan kamu.
karna kau hanya bertamu dan merusak.
bukan menjadi atap tuk menetap.

moment:
aku hanya bisa mengira bukan menerka.  ah sama saja.  bisaku melihat tak dapat memandang. itu saja cukup membuktikan tuk cepat selesai.

Bekasi, 4 Mei 2020.

Mimpi suri

"Mimpi Suri"

sekejap aku ingin berusaha.
sedetik dari itu aku lemah.
apakah boleh aku menoleh.
trus menepi dan berhenti. 
ah,  bukankah baiknya bergerak? 
doaku membisu hening. 
ku mohon sadarlah diri.
kamu bukan siapa-siapa. 
mana ada yang membantu. 
jikalau hanya sebagai beban. 
bisakah bukan hanya sadar?
lakukanlah tanpa keraguan.
aku ada untuk diriku. 
menyambung mimpi suri. 
bangunlah, lihat kamu mampu. 
usahamu memperbaiki waktu.
akhlak kau didik terlebih dahulu. 
selamat melepas sendu. 
kemarilah ku genggam jemari. 
tak ku lepas meski menghempas. 
hidup kadang sesuai pilihan. 
sad ending atau happy ending? 
itu kamu yang tentukan. 
sudah siap? ayo laksanakan. 
planning menunggu tuk terealisasikan. 



moment:
mungkin aku adalah sebuah beban atau parasit yang hanya bisa membantu mencekik keberuntungan orang lain.  kembalilah pada hasrat yang dituju jangan pasrah pada dirimu. lihatlah dia yang tengah berkeringat menjemput sebongkah hadiah dari Tuhan.  

Bekasi,  4 Juni 2020.